Online casino_Baccarat official website_American Lottery

  • 时间:
  • 浏览:0

KFootbFootbFootball betting appall betting appall betting appeberhasilannya dibuktikan dengan berkembangnya Bilik Ayu yang awalnya berjualan make-up impor saja, kini sudah mampu membuka bisnis bidang lain seperti Bilik Ayu Drugstore untuk produk drugstore skincare yang lebih terjangkau, Bilik Etnik dalam lini fesyen, Bilik Luxury untuk barang branded, dan yang terbaru lini skincare CleanEve. Nah, untuk mengembangkan bisnis ini dia memiliki triknya sendiri lo. Intip yuk apa saja!

Salah satu hal yang menjadi nilai plus Bilik Ayu adalah kemampuan branding dari pemiliknya. Tak heran apapun yang dipromosikan akhirnya jadi racun bagi para pengikut media sosialnya. Menurut Eva, ketika memberikan rekomendasi atau ulasan suatu produk sebenarnya kita tak perlu ndakik-ndakik menjanjikan bahwa produk yang dijual merupakan produk yang sempurna. Alih-alih, Eva memosisikan dirinya untuk menjadi asisten bagi mereka yang ingin mencari produk yang paling pas, caranya adalah dengan menanyakan bujet yang diperlukan dan apa saja kelebihan yang dimiliki oleh produk yang direkomendasikan.  Makanya penting untuk selalu mendengarkan para konsumen, apalagi ketika olshop baru berdiri.

Selama beberapa tahun Eva hanya fokus berjualan make-up impor yang merupakan produksi orang lain melalui Bilik Ayu sehingga jika terjadi sesuatu seperti lockdown mungkin ia akan terdampak. Makanya, menurutnya penting untuk melakukan diversifikasi usaha untuk mengatasi hal tersebut. Ia sendiri berpikir untuk membuat brand-nya sendiri, di mana ia bisa mendesain produknya dan menetapkan harga sesuai perhitungannya sendiri. Cara untuk melakukan hal ini menurutnya bisa dimulai dari melihat passion sendiri dan memadukannya dengan kemampuan yang dimiliki serta keinginan untuk terus berkembang.

Ketika baru memulai maka 80% dari mendengar para konsumen dan 20% feeling.

‘Racun’ yang dimaksud biasanya disebarkan Eva melalui Instagram, bisa melalui story atau live streaming karena ternyata setelah melakukannya biasanya penjualan akan naik lo. Bahkan ternyata 70% penjualan yang terjadi kebanyakan dari Instagram dan sisanya baru melalui marketplace. Menurutnya, pengikutnya lebih senang terhadap interaksi yang dilakukan secara virtual seperti ini daripada melalui feed atau gambar saja. Makanya, walaupun kamu mungkin gugup di depan kamera, ia menyarankan untuk memaksanya sampai luwes. Kalau masih malu? Kan bisa hapus dan take lagi~ Coba terus!

Walaupun memulai bisnis dari iseng atau hobi namun kamu tetap bisa punya potensi untuk mengembangkannya jika memiliki keinginan untuk berkembang yang kuat serta mau selalu belajar.

Menurut Eva, salah satu tugas owner yang harus tetap dijalankan adalah dengan menjadi sales dan melayani konsumen. Jangan karena sudah merasa memiliki banyak karyawan lalu bisa melepaskan begitu saja interaksi dengan para pengikut, apalagi sampai jual mahal dan merasa bahwa hanya konsumen yang membutuhkan kita. Engagement harus tetap dirawat supaya bisa menghadapi berbagai kompetisi di luar sana sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan dari para konsumen.

Artikel ini dibuat berdasarkan IG LIVE @kitamulaibersama dan @bilikayu beberapa waktu lalu. Jika kamu ingin menonton tayangan ulangnya, silakan cek unggahan berikut ini. Semoga bermanfaat~

Ada berbagai cara untuk seseorang ketemu dengan ‘jodohnya’, begitu pula jodoh dalam bidang pekerjaan. Ada yang memang sudah lama direncanakan dan jadi cita-cita, ada juga yang iseng mencoba eh ternyata berhasil berkembang juga. Meskipun mulainya dari iseng, keberhasilan yang diraih bukan dari iseng juga tapi dari belajar sambil melakukan atau istilah kerennya adalah learning by doing. Salah satu yang berhasil membuktikan hal ini adalah Eva Margawaty, owner Bilik Ayu yang mengawali jualan dari minatnya di bidang make-up. Teman-teman yang getol belanja hi-end make-up di Instagram mungkin sudah nggak asing dengan Bilik Ayu yang sudah berdiri sejak tahun 2013 ini.

Begitu caranya merekomendasikan suatu produk hingga menjadi cirinya sendiri. Setelah sekian lama berada di bidang ini, ia banyak belajar dan makin khatam dengan product knowledge yang membuatnya bisa memberikan rekomendasi berdasarkan 80% feeling dan 20% dari hasil mendengarkan.

Masih berkaitan dengan branding, sebaiknya ketika memulai sebuah usaha kita tak terlalu banyak menengok pada olshop yang lain, tapi yang paling penting adalah dengan memperhatikan konsumen sendiri dengan cara melakukan riset terhadap apa yang paling mereka sukai. Hal ini akan meningkatkan trust yang pada akhirnya ketika jualan apapun, mereka akan terkena racun sehingga kemungkinan besar akan laku.