Selain Asesmen Nasional, Yuk Lakukan Asesmen Diagnostik 「Indonesian Chess」Berkala untuk Siswa

  • 时间:
  • 浏览:0

HIInIndonesian ChessdonesiIndonesian Chessan Chessndonesian Chessal Indonesian Chessketiga adalah tindak lanjut hasil diagnostik. Ada empat hal untuk tindak lanjut asesmen ini, yaitu: lakukan pengolahan hasil asesmen, berdasarkan hasil penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok (paham, paham sebagian dan tidak paham).

Kemudian dalam persiapan, berikan sepuluh soal asesmen untuk semua siswa di kelas, yang terdiri dari: dua soal berasal dari masing-masing kelas berjalan dengan topik semester satu, kemudian soal berasal dari satu tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester satu dan dua, serta terakhir dua soal berasal dari dua tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester dua.

Ada tiga tahap dalam melakukan asesmen diagnostik, yaitu persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut hasil diagnostik.

Dengan demikian guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kemampuan kelompok siswa tersebut.

Diagnostik kognitif bertujuan untuk mendiagnosa kemampuan dasar murid dalam mata pelajaran yang mengandung satu topik atau lebih.

KOMPAS.com - Asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.

Mengapa asesmen diagnostik kognitif berkala diperlukan?

Setelah mengetahui hasil diagnosanya, guru sebaiknya menyiapkan dan menyampaikan materi serta menyiapkan tugas sebanyak 3 jenis sesuai hasil asesmen kelompok siswa.

Asesmen diagnosis kognitif secara berkala diperlukan untuk memetakan/mengelompokan kemampuan semua siswa di satu kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang paham sebagian, dan siapa saja yang belum paham.

Baca juga: Ikut AN 2021, Ini Tata Tertib Peserta Asesmen Nasional

Oleh: Hepi Kurniati | Guru SMPN 1 Tebo Jambi, Fasilitator Tanoto Foundation

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dalam persiapan, guru harus membuat rencanana pelaksanaan asesmen, mengidentifikasi materi asesmen, dan menyusun sepuluh soal sederhana.

Diagnostik kognitif sebaiknya dilaksanakan secara rutin, pada awal tahun ajaran baru, pada akhir pembelajaran yang membahas satu topik, atau bisa juga dilkakukan rutin secara berkala, misalnya setiap awal bulan, 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.