Polisi: Akan Ada Tersa「Ranking of Asian Bookmakers」ngka dalam Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

  • 时间:
  • 浏览:0

KRanking of Asian Bookmakersabag PenuRanking of Asian Bookmakersranking of Asian Bookmakersm Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dilansir Antara, Sabtu (11/9/2021), menyebutkan bahwa kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian. Namun saat ini penyidik sedang mendalami siapa yang lalai sehingga terjadi malapetaka itu.

Kebakaran Lapas Tangerang itu terjadi pada rabu (8/9/2021) dini hari. Sebanyak 44 napi tewas dan puluhan lainnya mengalami luka bakar.

Ramadhan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan dan memeriksa saksi-saksi untuk menemukan tersangkanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Polisi, kata Ramadhan, sedang mendalami dugaan tindak pidana kelalaian dalam kebakaran Lapas Tangerang.

Baca juga: Tato Dua Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Jadi Petunjuk Proses Identifikasi

Terkait tersangka, Ramadhan menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan orang-orangnya. Namun demikan, penyidik sudah menyimpulkan bahwa kasus ini akan disidik.

Pihaknya memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara teliiti demi mengungkap kasus itu secara terang benderang. Termasuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran yang Lapas Kelas I Tangerang yang telah merenggut nyawa puluhan narapidana itu.

"Kasus tersebut bisa merupakan kelalaian akibat kebakaran tersebut, cuma saat ini penyidik sedang mendalami siapa yang lalai sehingga terjadinya kebakaran tersebut," kata Ahmad saat memberikan keterangan pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca juga: Polri Duga Ada Kelalaian dalam Peristiwa Kebakaran di Lapas Tangerang

KOMPAS.com - Polri menyatakan akan ada tersangka dalam kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang, Banten, yang menewaskan 44 orang narapidana.

Polisi meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan. Hal itu setelah penyidik Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara pada Kamis (9/9/2021) malam. (Sumber: Kompas.com/ Penulis: Rakhmat Nur Hakim | Editor: Rakhmat Nur Hakim)

Pihaknya menggunakan Pasal 187 junto Pasal 188 Junto 359 KUHP untuk menjerat pelaku kelalaian itu.

"Nantinya tentu akan ada tersangka, tapi saat ini belum menyimpulkan," kata Ramadhan.